Betapa Aku Kehilangan Dia

Filed under: Uncategorized — falentinadewi at 4:51 am on Friday, October 31, 2008

Terlalu Jelas Kulihat Paras Wajah Itu.. Tidak Banyak Yang Berubah..

Tidak Ada Yang Istimewa Selain Dua Matanya Yang Terus Menatapku..

Aku Tidak Ingin Menyapanya, Tapi Dia Tersenyum..

Lalu Aku Berbalik Arah, Sebab Aku Tak Ingin Membalas Senyumnya..

Dia Tidak Pernah Melukai Aku, Tapi Aku Pernah Melukainya..

Dia Menangis, Aku Berlalu..

Dia Tidak Pernah Tau.. Betapa Aku Kehilangan Dia

Kita Diciptakan Utuh

Filed under: Uncategorized — falentinadewi at 2:29 am on Friday, October 31, 2008

Perlahan Tapi Pasti, Semua Yang Bernyawa Mulai Bergerak..

Satu Demi Satu Mulai Beranjak Meninggalkan Masa Lalu..

Tak Ada Lemah Tak Ada Kuat, Semua Sama..

Jatahmu adalah Itu Dan Jatahku Adalah Ini.. Adil!!

Tak Ada Yang Bersedih Sebab Kita DiCiptakan Untuk Saling Memberi Bahagia..

Aku Tak Pernah Berpura-Pura Tentang Hidupku, Dan Kau Tau Itu..

Sebab Dihadapanku Kau Pun Tak Ingin Berpura-Pura..

Jika Suatu Hari Kau Bertemu Denganku, Aku Ingin Kita Tetap Seperti Ini..

“Kenapa???”

Filed under: Uncategorized — falentinadewi at 8:49 am on Saturday, May 12, 2007

Selalu saja ada yang ingin tau tentang kehidupanku…
Aku hanya orang biasa yang mencoba untuk menikmati hidup…
Kalaupun aku jatuh cinta lalu kecewa lalu jatuh cinta lagi.. Kenapa?
Kalaupun aku tertawa lalu menangis lalu tertawa lagi.. Kenapa?
Kalaupun aku berlari lalu berhenti lalu berlari lagi.. Kenapa?
Kalaupun aku berhasil lalu gagal lalu berhasil lagi.. Kenapa?

Bukankah itu wajar?
Bukankah itu hidup yang sesungguhnya?
Lalu kenapa?

   

“dia”

Filed under: Uncategorized — falentinadewi at 11:16 pm on Sunday, August 6, 2006

Entah dari mana datangnya, tiba-tiba saja terlintas ttg "dia"..
"dia" yg sejujurnya blm bisa terlupakan tp harus dilupakan..
Apa yg harus ku pinta lagi..
Ratusan malam di setiap ujung doaku, aku hanya memohon agar "dia" dapat tergantikan..

Pernahkah kau merasa seperti ini?
Satu detik dalam hidupmu terlintas ttg "dia"
Bisakah kau melanjutkan hidupmu tanpa pernah sedetikpun menghadirkannya?

Dan ternyata aku terlalu sombong untuk mengatakan bahwa aku bisa..
Sebab satu detik sebelum aku menulis ini semua..
Aku melihat "dia" tersenyum ke arahku..